Widget edited by super-bee
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Kamis, 21 Februari 2013

Cara Jitu Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak

 

Cara Jitu Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak

Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.
Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.
Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “lha tadi sudah tanya, tanya lagi dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak. Ada barang baru dirumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.
Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?

Berikutnya ada seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Aji. Orangtuanya sangat mengeluhkan, bahwa anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya jika tidak ada perubahan sikap maka kemungkinan besar Aji tidak naik kelas. Saat bertemu, saya yakin Aji adalah anak yang luar biasa. Sesaat saya bertanya tentang hobi dan kesukaannya saat bermain, dengan cepat saya mengetahui anak ini luar biasa. Sebab setelah saya Tanya tentang hobinya ternyata sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal (Liga Inggris). Dan Aji, hafal seluruh pemain inti dan cadangan Arsenal, berikut pelatih dan asistennya serta nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun pemain serta daftar pencetak goal dan assist (pemberi umpan) dan point klasemen liga dan urutannya. Gila, luar biasa! (dalam hati saya) Ngga ada yang salah sama hardware (otaknya), tapi masalahnya sama Software.
Satu orang anak yang sama, otaknya kalau dibuat belajar pelajaran disekolah tidak berfungsi (berhitung, menghafal) tetapi hafal seluruh pemain Arsenal. Apa anak ini bodoh? Tentunya Anda sepaham dengan saya, jawabanya adalah tidak. Anak ini pandai luar biasa. Hanya saja salah perlakuan sehingga ia malas dan tidak suka belajar.
Lalu apa yang saya lakukan untuk mengubah agar software menjadi baik dan membuat anak ini agar mudah belajar?  Yang saya perbaiki orangtuanya dahulu, sebab untuk anak seusia Aji, jika terdapat masalah dalam hidupnya berarti orangtua yang akan membantu untuk mengatasi masalah anak tersebut. Saya mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak, yang semuanya akan sangat panjang jika saya jelaskan disini.

Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.
1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.
3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.
4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal  yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.
5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.
6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.
Sumber : http://www.pendidikankarakter.com/

Kamis, 07 Februari 2013

INFO LOMBA MENULIS ARTIKEL BAGI GURU

Sumber : http://www.formulasi.or.id/2012/11/lomba-menulis-artikel-bagi-guru.html
Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) di awal peluncurannya mengadakan LOMBA MENULIS ARTIKEL BAGI GURU. Lomba ini diperuntukkan bagi para guru dengan cara menulis di blog Formulasi. Adapun ketentuan lomba ini adalah sebagai berikut :
clip_image002[7]
Syarat dan ketentuan:
  1. Lomba terbuka untuk semua pendidik dan tenaga kependidikan.
  2. Peserta telah bergabung dalam grup formulasi yang beralamat di https://www.facebook.com/groups/formulasi/
  3. Tema lomba periode Desember 2012 – 28 Pebruari 2013 “Pengalaman / Rencana Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran”.
  4. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran yang dimaksud bisa merupakan pengalaman mengunakan media pembelajaran, pengalaman memanfaatkan e-learning, pengalaman melakukan ujian online, dll.
  5. Tulisan yang dilombakan belum pernah diterbitkan atau sedang diikutsertakan dalam lomba lain. 
  6. Tulisan disertai dengan bukti Foto Anda pada saat mengaplikasikan pembelajaran berbasis ICT di dalam kelas.
  7. Tulisan yang dilombakan tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku, termasuk didalamnya masalah SARA, pornografi, hak cipta, dan lain-lain.
  8. Artikel yang masuk dalam Redaksi Formulasi menjadi hak milik Redaksi Formulasi
Prosedur perlombaan:
  1. Pendaftaran, pengumpulan, penjurian dan voting karya dilakukan di formulasi.or.id
  2. Peserta hendaknya menshare karyanya diberbagai media social (facebook, twitter, google+)
  3. Bagi yang memiliki blog pribadi, artikel dapat direview di blog pribadi dan mencantumkan banner lomba di blognya dan mencantumkan link artikel yang dimuat oleh redaksi formulasi, dan link kode banner berikut :
  4. Peserta maksimal mengirim 2 karya
  5. Penjurian dan penentuan pemenang dilakukan 3 bulan sekali.
  6. Naskah dikirim dalam format .doc atau docx dengan ukuran kertas A4, margin 4 cm 3 cm 4 cm 3 cm, spasi 1,5. Gunakan huruf Times New Roman atau Arial dengan template yang bisa didownload dengan [klik di sini]
  7. Naskah dikirim melalui e-mail ke lomba@formulasi.or.id
  8. Artikel yang memenuhi syarat dan ketentuan akan dimuat dalam www.formulasi.or.id
.

Kriteria penjurian:
1. Penilaian diberikan berdasarkan jumlah like dan komentar dengan dengan perbandingan sebagai berikut
Google + = 40%
Komentar Blogger = 30%
Facebook = 20%
Twitter = 10%
2. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
Pengumuman Pemenang
Pengumuman pemenang dapat dilihat di www.formulasi.or.id pada minggu pertama periode berikutnya.
Hadiah:
Pemenang terfavorit pilihan pembaca (berdasarkan voting) akan mendapat Tablet PC dan Sertifikat. Tunggu apa lagi? Segera kirimkan pengalaman Anda dalam pembelajaran dengan memanfaatkan ICT! Ikuti juga update mengenai lomba ini di website www.formulasi.or.id ,dan facebook fan page Formulasi dengan alamat www.facebook.com/forum.multimedia.edukasi .
 
Untuk anda yang ingin membantu publikasi lomba ini silahkan pasang kode berikut pada blog anda.
Semakin Cepat Karya anda dikirim, semakin banyak kesempatan anda mempromosikan tulisan anda.
Selamat mengikuti lomba!

lihat artikel yang sudah masuk klik disini

BERCERMIN DIRI


Wahai Sahabatku, sering kita tertipu oleh topeng diri kita sendiri. Tapi, taukah siapa diri kita sebenarnya?

Ketika kita bercermin, lihatlah siapa yang ada di depan kita. Tentunya sudah tidak asing lagi. Apakah yang kita lihat sesuai dengan yang sebenarnya?????

Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, "Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?"

Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, "Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Alloh Yang Maha Agung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Alloh kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?"

Lalu tataplah mulut ini, "Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thoyibah, 'laillahailallah', ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akherat akan memakan buah zakun yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!"

"Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang malang betapa banyak dusta yang engkau ucapkan. Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Berapa banyak kata-kata manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama Alloh dengan tulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Alloh mengampuni?"

Lalu tataplah diri kita tanyalah, "Hai kamu ini anak sholeh atau anak durjana, apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya. Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!

"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam terasang tanpa ampun derita tiada akhir"

"Wahai tubuh, berapa banyak masiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau dzhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba Alloh yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engkau napas?"

"Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu?Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok?

Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotoranmu?"

Lalu ingatlah amal-amal kita, "Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini?" "Apakah engkau ini dermawan atau sipelit yang menyebalkan?" Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu".

"Apakah engkau ini sholeh atau sholehah seperti yang engkau tampakkan? Khusukkah shalatmu, dzikirmu, doamu, ikhlaskah engkau lakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!"

Sungguh betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi, betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus topeng-topeng duniawi"

Wahai sahabat-sahabat sekalian, sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.



Diambil dari Bunga Rampai Aa Gym

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates