Widget edited by super-bee
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Kamis, 28 Februari 2013

Formulasi: LOMBA MENULIS TUTORIAL BLOG FORMULASI

Formulasi: LOMBA MENULIS TUTORIAL BLOG FORMULASI:

Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) kembali mengadakan Lomba Menulis. Periode kali ini lomba berupa LOMBA MENULIS TUTORIAL. Lomba ini diperuntukkan bagi para guru dengan cara menulis di blog Formulasi. Adapun ketentuan lomba ini adalah sebagai berikut :
Syarat dan ketentuan:
1. Lomba terbuka untuk semua pendidik dan tenaga kependidikan.
2. Tema lomba periode Maret –Agustus 2013 “Kreatifitas Membuat Media Pembelajaran Berbasis Komputer”.
3. Tulisan berupa tutorial ataupun tips dan trik pengembangan media pembelajaran dengan Software Pengolah Media (Microsoft Office Powerpoint, Adobe Flash, Swishmax, Lactora, Autoplay, dll) baik berupa pembuatan template, animasi, pemrograman (script/VBA) maupun kreasi lainnya .
4. Peserta harus mengirimkan hasil karya untuk di unduh pembaca berupa link unduh. Server file yang diijinkan adalah Http://code.google.com, https://drive.google.com, https://skydrive.live.com, https://www.dropbox.com. Kami tidak menerima menggunakan server yang yang lain.
5. Tulisan yang dilombakan belum pernah diterbitkan atau sedang diikutsertakan dalam lomba lain. 
6. Tulisan disertai dengan foto atau gambar-gambar yang mendukung.
7. Tulisan maksimal 5 halaman.
8. Karya tulisan bukan berupa PTK tetapi berupa karya artikel populer.
9. Tulisan yang dilombakan tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku, termasuk didalamnya masalah SARA, pornografi, hak cipta, dan lain-lain.
10. Artikel yang masuk dalam Redaksi Formulasi menjadi hak milik Redaksi Formulasi
11. Artikel yang tidak sesuai ketentuan diatas tidak akan diterbitkan.
 
clip_image002
pasang kode banner berikut di blog anda  
Prosedur perlombaan:
1. Pendaftaran, pengumpulan, penjurian dan voting karya dilakukan di formulasi.or.id
2. Peserta hendaknya menshare karyanya diberbagai media social (facebook, twitter, google+)
3. Bagi yang memiliki blog pribadi, artikel dapat direview di blog pribadi.
4. Peserta maksimal mengirim 2 karya
5. Penjurian dan penentuan pemenang dilakukan di akhir periode.
6. Naskah dikirim dalam format .doc atau docx dengan ukuran kertas A4, margin 4 cm 3 cm 4 cm 3 cm, spasi 1,5. Gunakan huruf Times New Roman atau Arial dengan template yang bisa didownload dengan [klik di sini]
7. Naskah dikirim melalui e-mail ke lomba@formulasi.or.id
8. Artikel yang memenuhi syarat dan ketentuan akan dimuat dalam www.formulasi.or.id
word-template
Dewan Juri :
1. Mampuono, S.Pd., M.KOm (Ketua Komunitas Rumah Belajar Kemendiknas)
2. Dra. Endah Sulistyowati, M. Si (Juara 1 Internasional Seameo)
3. Fauzan A. Mahanani, S.Pd (Ketua Formulasi)

 
Kriteria Penilaian :
1. Penilaian pemenang berdasarkan kriteria sebagai berikut :
a. 60 % Penilaian Juri dengan perincian
· Kreatifitas ide (25%)
· File Pendukung (20%)
· Kemanfaatan tulisan (10%)
· Kemudahan dipahami (5 %)
b. 40 % Penilaian Pembaca berupa share sosial media dengan perincian
· Google + = 20%
· Komentar Pembaca = 10%
· Like Facebook = 5%
· Like Twitter = 5%
2. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
 
Pengumuman Pemenang
Pengumuman pemenang dapat dilihat di www.formulasi.or.id pada minggu pertama periode berikutnya.
 
Hadiah:
Pemenang akan mendapat Tablet PC dan Sertifikat. Tunggu apa lagi? Segera kirimkan kaya anda! Ikuti juga update mengenai lomba ini di website www.formulasi.or.id ,dan facebook fan page Formulasi dengan alamat www.facebook.com/forum.multimedia.edukasi .
Informasi Halaman Artikel
URL: http://www.formulasi.or.id/2013/02/lomba-menulis-tutorial-blog-formulasi.html

Formulasi: Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Periode I

Formulasi: Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Periode I:

Kami sangat bangga dan berterimakasih kepada teman-teman guru yang telah mau berbagi pengalaman kepada guru yang lain. Banyak kritik dan masukkan kepada panitia sebagai kritik yang membangun untuk kami melangkah lebih baik lagi. Lomba ini bukan sekedar ajang Like (Jempol) seperti kritikan yang masuk kepada kami, tetapi inti dari lomba ini adalah bagaimana ketika anda dapat memanfaatkan ICT (Sosial Media) untuk mengubah dunia mulai dari hal-hal yang sederhana. Karena 1 like (Jempol)  berarti ada telah berbagi kepada seluruh teman pada jejaring sosial anda. Selanjutnya kami berharap Anda dapat memanfaatkannya (Sosial Media) untuk dunia pendidikan. Lomba dan Hadiah bukanlah yang utama,. yang terpenting adalah ketika apa yang anda ceritakan dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi guru yang lain.

The mediocre teacher tells. 

The good teacher explains. 

The superior teacher demonstrates. 

The great teacher inspires. 

~William Arthur Ward

Kamis, 28 Februari, 2013 Pukul 24’00 WIB, Panitia Lomba Menulis Blog Formulasi periode 1 Desember 2012 – 28 Pebruari 2013  dengan Tema “Pengalaman / Rencana Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran” memutuskan Juara Lomba adalah  Drs. Ari Handoko SMP Negeri 2 Bukateja Purbalingga Jawa Tengah. dengan judul “HIPNOTIS SISWA DENGAN POWER POINT”.
Selanjutnya Hadiah dan Sertifikat pemenang segera kami kirim.
image
Kami mengucapkan banyak terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua peserta lomba, bagi yang belum beruntung dapat mengikuti lomba Periode II dengan Tema “Kreatifitas Membuat Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Lomba Semoga Artikel yang anda tuliskan dapat menginspirasi guru-guru yang lain untuk dapat memanfaatkan ICT dalam pembelajaran.
Berikut ini adalah daftar penilaian lomba
No Nama Judul TOTAL Point


24 Ari Handoko HIPNOTIS SISWA DENGAN POWER POINT 2719,7
23 Drs. Ari Handoko GURU GUNAKAN MULTIMEDIA SISWA MENANGIS 2566,9
8 Nur Widjajanti, S.Pd BEGITU MUDAH DAN MENYENANGKAN MEMAHAMI FISIKA ALA SANG SUTRADARA 2432,8
6 Dwi Haryanto ASYIKNYA MENGENALI BINATANG DALAM BAHASA ARAB 644,1
15 Kemas Sudirman, S.Pd. I BINTANGKU DARI JAMBI 353,9
19 Sutarno EFEKTIFKAH MELARANG SISWA MEMBAWA HP KE SEKOLAH ? 102,3
55 Muhammad Nur'alim ULANGAN HARIAN (TIDAK LAGI) MENAKUTKAN? SEBUAH PENGALAMAN 49,6
47 Sutarno, S.T PEMBELAJARAN BERBASIS FACEBOOK, KENAPA TIDAK ? 35
35 Ahmad Dadang P, M.Pd MENGAJAR PENUH PECAYA-DIRI PAKAI POWER POINT (MP5) 31,4
42 Agus Arifin Anwar, S.Pd MPI MAKHLUK HIDUP UNTUK KELAS SD 3 SEMESTER I 18,1
30 Hartono MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF “REPORT LEARNING-MEDIA” 15,9
36 Mukhtarom MENGENAL LEBIH DEKAT MESIN CNC (COMPUTER NUMERICALLY CONTROLLED) 13,9
20 Taufik Ibrahim, S.Pd EVALUASI ASYIK DENGAN TIK (PAKPIKPOK EDUCATION GAME) 12,4
53 Muhammad Luthfi SANTRIKU, INSPIRASIKU 11,9
41 Muhammad Imron MPI BIOLOGI KEAJAIBAN SEL 10,5
49 Arif Kurniawan PEMBELAJARAN ONLINE BERLANJUT KE TES ONLINE 9,4
17 Ena Kharismaya CARA PRAKTIS BELAJAR E-MAIL 8,2
52 Wahyudin SALAH KIRIM DAN MPI 6,6
50 Masri, S.Pd PEMBELAJARAN SENI BUDAYA 6,5
39 Lani Setiawati MENJADIKAN BLOG SEBAGAI PORTOFOLIO GURU 6,1
12 Selviana Nainggolan, S.Pd BELAJAR BAHASA JEPANG DENGAN ERIN 5,6
22 Taufik Ibrahim, S.Pd GURU BER-TIK SISWA BER-TIK 5,6
4 Susnadi, S.Pd ASYIKNYA BELAJAR TEKNIK OLAHRAGA SECARA ON LINE DI YOUTUBE 5
54 Rini Nurhayati, S.Pd., M.Pd. SENANGNYA BERMAIN SAMBIL BELAJAR DI TK 4,6
56 Masri, S.Pd YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA 3,7
27 Putut Ady Nugroho, S.P MARI BERTAMASYA MENJELAJAHI TATA SURYA 3,4
31 Sulistiyo MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF GERAK PARABOLA 3,3
51 Mulyono PERUBAHAN KENAMPAKAN PADA BUMI 3,3
43 Hendrik Hermawan, S.Pd MPI SD PESAWAT SEDERHANA 3,1
29 Fajar Prihattanto MARI MENGENAL UNSUR, ASAS, DAN MEDIA KARYA SENI RUPA MURNI 2,7
11 Anisah Widyastuti BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA 2,6
44 Arif Roby Ismanto MUDAHNYA MEMBUAT MEDIA PEMBELAJAN INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT 2,6
10 Abdul Hamid BELAJAR BACAAN QALQALAH DALAM AL QUR’AN 2,5
1 Aris Haryanto, A.Ma (KENISCAYAAN) SEBUAH MEDIA PEMBELAJARAN 2,2
14 Ahmad Taufik,S.Pd.I BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN 2,2
26 Soenaryati, S.Pd. KENAMPAKAN MATAHARI 2,1
5 Anne Puspitasari, A.Md ASYIKNYA BELAJAR TRANSPORTASI 2
48 Daimatul Munajah, S.Pd PEMBELAJARAN ENGLISH CLASSROOM INSTRUCTIONS MELALUI PEMANFAATAN VIDEO ANIMASI 2 DIMENSI DAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR 1,8
3 Eko Budiono ASYIKNYA BELAJAR LIMAS 1,7
2 Ahmad Dadang P, M.Pd “KARENA MPI (MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF), AKU JADI TAHU APA ITU TEMPLATE” 1,6
46 Erwin Joko Susanto PEMANFAATAN BLOG GURU MELALUI TAUTAN GOOGLE DOKUMENT UNTUK MEMOTIVASI SISWA DALAM PEMBUATAN DRAMA BERBAHASA INGGRIS (SPEAKING) 1,4
13 Rizky Kurniawan BELAJAR CEPAT MEMBUAT ANIMASI 2DIMENSI 1,3
21 Fendy Novafianto FLUIDA STATIS UNTUK SMK TEKNOLOGI KELAS XI SEMESTER GASAL 1,3
37 Supartono MENGGAMBAR MENGGUNAKAN PROGRAM PAINT 1,3
38 Rohmat Isnaini MENGGUNAKAN MPI MENGENAL GRAFIK FUNGSI DALAM PEMBELAJARAN 1,3
28 Ferry Kristianto MARI KITA BELAJAR TENTANG GELOMBANG 1,1
9 Mashuri BELAJAR ANGKA YUUK 1
18 Farid Suryanto, S.Pd DUPLIKASI MOVIE CLIP 0,8
45 Damayanti MULTIMEDIA PICU AKSELARASI DAYA TANGKAP DAN MINAT SISWAKU 0,4
7 Slamet Widiantoro, S.Pd AYO BELAJAR USAHA DAN ENERGI 0,3
16 Harwandi MPd CARA MUDAH BELAJAR SEL VOLTA 0,3
25 Supardi KAWASAN ASIA TENGGARA 0,3
32 Dona Agus Setiawan MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP 0,3
33 Meyra Madanun MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PELUANG 0,3
34 Paulus Pintarko MEDIA PINTAR SEGITIGA 0,3
40 Ngadiyono MPI APA STATISTIKA ITU? 0,3
Keputusan juri tidak dapat digangu gugat.
Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih, terus berkarya, berbagi dan menginspirasi …!
Salam Edukasi… !
Informasi Halaman Artikel
URL: http://www.formulasi.or.id/2013/03/pengumuman-pemenang-lomba-menulis.html

Kamis, 21 Februari 2013

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

 

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Komitmen merupakan langkah awal jika ingin memiliki karakter yang baik, tetapi komitmen seperti apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan pendidikan karakter? Yaitu disiplin terhadap pendidikan karakter itu sendiri. Kali ini kita akan membahas dari sudut pandang sekolah.
Suatu ketika saya sempat mempresentasikan tentang pendidikan karakter dan dampaknya terhadap guru dan karyawan sekolah. Saya dan rekan sengaja menyeting agar lingkungan sekolah menjadi padu dengan isu pendidikan karakter yang akan didengungkan oleh sekolah yang bersangkutan. Saat saya menjelaskan tentang peraturan sekolah dan peraturan kelas, terlihat muka yang kurang nyaman, serta respon yang kurang antusias, serta air muka yang seakan berbeban berat menyikapi pelaksanaan pendidikan karakter.
Dan ditengah-tengah acara saya menjelaskan agar sekolah tidak perlu terburu-buru melakukan perombakan besar dalam aturan sekolah. Saya sangat memahami beban guru dalam mengajar dan kegiatan administrasinya, lakukan step by step yang penting ada komitmen dalam pelaksanaannya dan peliharalah disiplin sebagai motor penggerak pendidikan karakter itu sendiri, itu kuncinya. Disiplin, disiplin dan disiplin.

Sekilas saya jelaskan disiplin orang yang hidup di Indonesia dengan dua musim, berbeda dengan negara yang hidup dengan empat musim. Ketangguhan, daya juang dan inisiatif juga berbeda. Kita di Indonesia adalah wilayah yang tantangan secara alamnya cukup sedikit dibandingkan dengan mereka yang hidup di empat musim. Karena salah satu faktor inilah kita perlu belajar disiplin lebih lagi untuk kehidupan yang lebih baik. Disiplin sangat erat dengan kesuksesan, bahkan disiplin ada dalam satu paket dengan kesuksesan. Apapun yang hendak dicapai dalam kesuksesan itu disiplin adalah dasarnya. Bahkan ukuran disiplin sudah diformulasikan secara rinci oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outlier, bahwa butuh 10.000 jam kedisiplinan untuk menjadi master dalam bidang apapun. Penyanyi, atlet, profesional di bidang bisnis yang sukses telah melewati proses 10.000 jam. Dan anda tahu siapa saja yang telah menjadi master di bidangnya bukan? Sebut saja, Ruth sahayana, Taufik hidayat, Agnes Monica, Purwacaraka, Juna, Rifat Sungkar, Chairul Tanjung, Hermawan Kertajaya dan masih banyak sekali tokoh yang bisa disebut master di bidangnya masing-masing.
Pendidikan karakter cenderung tak akan pernah tersentuh secara nyata jika ada hanya sebatas proses pemahaman tentang karakter atau hanya bersifat informasi tanpa adanya tindakan. Dewasa ini di media cetak, elektronik dan media internet banyak memberitakan tentang kasus jual beli kunci ujian, contek mencontek, plagiatisme, bahkan kasus kriminal yang dilakukan oleh pelajar, itu semua menunjukan bahwa nilai realisasi karakter bangsa tidak terwujud nyata. Fenomena ini muncul akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Faktor yang mempengaruhi antara lain :
  1. Rendahnya sarana fisik
  2. Rendahnya kualitas guru
  3. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
  4. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan
  5. Visi dan moralitas pendidik serta anak didik yang rendah
  6. Mahalnya biaya pendidikan Memang menjadi masalah serius di negeri ini
Anggaran pendidikan yang sudah tinggi tidak menjamin sarana fisik yang baik dan biaya pendidikan yang terjangkau, penyebabnya jelas moralitas masyarakat yang mementingkan golongan, kepetingan pribadi dan mendapat keadaan yang tepat.

Keenam halangan ini hanya bisa hilang jika nilai luhur dan pendidikan karakter benar-benar terealisasikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berkaitan dengan permasalah diatas kiranya diperlukan suatu terobosan di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestas tinggi. Untuk mencapai itu diperlukan inovasi dan pengembangan nilai disiplin serta komitmen dari setiap perangkat sekolah agar pendidikan karakter bisa terus berjalan. Dampak dari pendidikan karakter dapat membangun individu untuk mengenali dirinya sendiri dan mampu menetapkan tujuan pendidikannya.
Pendidikan karakter sebenarnya sudah ada sejak dulu seperti apa yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara melalui Among Metode, dimana ada tiga unsur pendidikan yang harus berjalan sinergis yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan Among Metode diharapkan anak akan tumbuh sesuai kodrat (naturelijke groei) dan keadaan budaya sendiri (cultuur histories). Sehingga ada tiga hal yang patut dan perlu untuk dikembangkan dalam rangka membangun karakter yang berpendidikan yaitu membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif mengingat budaya itu bersifat kontinue, konvergen dan konsentris (Ki Hajar Dewantara). Perhatikan kata-kata Ki Hajar Dewantara berikut “membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif” artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri, dan semua ini dapat dimulai dari kita semua. Sudahkan anda berkomitmen terhadap hal ini?
Sebagai informasi tambahan, kami memberikan E-book Gratis 6 Cara Mendisiplinkan Anak yang dapat anda pelajari agar kita semua dapat memaksimalkan pendidikan karakter di negara kita dan ikut menciptakan kehidupan yang lebih baik serta mewarisikan hal terindah bagi anak cucu kita.

Sumber : http://www.pendidikankarakter.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates